pembuka


counters

Senin, 11 September 2023

Tokoh Nagari Garagahan

 

BIOGRAFI

YUBAHAR DATUK SIAGA

Yubahar yang biasa dipanggil Buya merupakan salah satu tokoh dan sekaligus Sejarahwan dari Garagahan yang memiliki peran penting dalam penulisan beberapa buku sejarah tentang Nagari Garagahan yang bisa diwarisi dan dibaca oleh generasi berikutnya sampai saat sekarang ini, disamping itu beliau juga merupakan Pejuang dalam Kemerdekan Republik Indonesia.

Berikut sejarah singkat tentang beliau yang dikutip sesuai dengan aslinya yang tertulis di buku harian beliau ;

Yubahar Lahir Pada Tanggal 30 Agustus 1922


Mulai menempuh pendidikan di sekolah Gubernemen pada tahun 1930 dan menamatkanpendidikannya pada 1 Agustus 1935.

Melanjutkan pendidikan Sekolah Lanjutan Swasta yang bernama Taman Pendidikan di Lubuk Basung selama 3 Tahun (1935-1937), dengan mata pelajaran Agama Islam, Bahasa Belanda, Bahasa Inggris dan Teknik Pertukangan.

Pada tahun  1939, Yubahar menikah dengan Nurniah yang merupakan anak dari Mamak beliau yang bernama Latif bergelar Datuk Siaga.

Pada tahun 1941 Yubahar melanjutkan pendidikan Diploma di Padang.

Pada tahun 1943 disaat Indonesia memerangi Belanda, tentara Jepang masuk ke Indonesia. Maka menjadi kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk menciptakan kemerdekaan. Untuk itu pada tiap-tiap Nagari dibentuk Laskar Rakyat dengan nama bahasa Jepang “ KOENBO”

Pada Tahun 1943 – 1945, Yubahar menjabat sebagai Sekretaris Pemimpin Laskar Rakyat Nagari Garagahan.

Pada tahun 1945, Jepang Kalah perang dan menyerah pada Sekutu. 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan Kemerdekaannya. Maka tiap-tiap nagari dibentuk Komite Nasional 1946 untuk mempertahankan kemerdekaan menghadapi Agresi Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia.

Pada tahun 1945 – 1948 Yubahar menjabat sebagai Sekretaris Komite Nasional Nagari Garagahan.

Pada tahun 1948 – 1949 menjabat pula sebagai Sekretaris Kepala Nagari Garagahan.

Pada Tahun 1950 – 1960 Menduduki Jabatan sebagai Wali Nagari Garagahan.

Pada Tahun 1952 dalam menjabat Wali Nagari Garagahan, mengikuti kursus Pamong Desa di Bukittinggi

Pada Tanggal 26 Juli 1966 dinobatkan menjadi Penghulu membawakan gelar Datuk Siaga yang ke 14 yang merupakan Rajo Alam di Nagari Garagahan.

Pada Tanggal 28 September 1966 dengan surat Keputusan Bupati kepala Daerah Kabupaten Agam diangkat menjadi Anggota Badan Musyawarah Nagari Garagahan sampai dengan 28 September 1969.

Pada Tahun 1968 dipilih menjadi Ketua Kerapatan Adat Nagari ( KAN ) Garagahan serta menjabat sebagai Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau ( LKAAM ) Kecamatan Lubuk Basung.

Pada Tanggal 31 Juli 1969 menjadi Anggota Presidium Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Kabupaten Agam di Bukittinggi sampai pada tahun 1976.

Pada tanggal 24 Pebruari 1977 mendapat kunjungan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia dan ditunggu di Simpang Lapau Talang.

Pada tanggal 2 April 1977 dipilih menjadi Ketua Lembaga Sosial Desa

Pada tahun 1977 mengikuti kursus cepat Pelita II dan K.B di Kecamatan Lubuk Basung.

Pada tanggal 9-11 Januari 1978 mengikuti Penataran yang bertema Mensukseskan sidang umum MPR RI di Gedung DPRD Agam Bukittinggi.

Tahun 1989 ditunjuk sebagai Pembina Koperasi ( KUD ) Nagari Garagahan.

Sebagai seorang Tokoh dan juga Penulis Sejarah, beliau sering Membuat dokumentasi terhadap perjalan ke beberapa daerah, seperti :

 Pada tahun 1975 mengunjungi kota medan dan Belawan, terlihat beliau menggunakan peci dan baju putih
Tugu Emas Jakarta yang beliau dokumentasikan pada tahun 1973

 

Salah satu jalan besar di Jakarta yang beliau foto pada tahun 1969
Jembatan Simanggi Jakarta yang beliau dokumentasikan pada tahun 1969

 

 

 

5 komentar:

Silahkan masukkan komentar untuk memperkaya konten dari Blog ini dengan mengisikan Form berikut :